5 Fitur Instagram yang Bakal Memaksimalkan Online Marketing 2019

Posted on

Berkembangnya Instagram marketing selama beberapa tahun terakhir adalah bukti pentingnya peran media sosial dalam online marketing. Anda yang sudah lama menggunakan Instagram pasti merasakan berbagai perubahan dari segi fitur maupun layanan. Media sosial yang diakuisisi Facebook sejak 2014 tersebut mempunyai sejumlah perangkat berbisnis seperti promote post hingga Insights untuk memantau exposure konten.

Memasuki 2019, kira-kira apa saja tren pemasaran yang bakal booming di Instagram?

  1. Permainan konten audio-visual di IGTV

Pada pertengahan 2018, Instagram meluncurkan IGTV sebagai fitur teranyar. Para pengamat menyebut-nyebut IGTV sebagai pesaing ketat terbaru Youtube, karena fungsi utamanya tak jauh beda dari platform tersebut. Pasalnya, Anda dapat mengunggah video berdurasi lebih dari 1 menit tanpa memangkas atau membaginya ke beberapa video seperti di pos biasa. Respons pengguna cukup beragam—ada yang bisa langsung menerima, ada juga yang butuh adaptasi. Meski demikian, IGTV diprediksi dapat menjadi alat strategi marketing di Instagram terbaik dalam kurun waktu 3-5 tahun mendatang.

  1. Micro influencers akan semakin menguasai

Dulu, influencers melekat pada akun-akun dengan jumlah followers puluhan hingga ratusan ribu. Akan tetapi, perubahan tren bisnis digital membuat macro influencers tidak terlalu diprioritaskan. Mengapa demikian? Belakangan micro influencers yang jumlah followersnya sekitar 10 ribu (atau mungkin kurang dari itu) dipertimbangkan sebagai bagian dari promosi. Sementara strategi pemasaran yang diterapkan adalah memperkuat interaksi beserta konten, akuisisi pelanggan, desain jasa dan barang, hyper-targeted marketing, serta pengoptimalan fitur-fitur Instagram.

  1. Variasi iklan vertikal melalui Instagram Stories

Perencanaan pemasaran di Instagram juga semakin beragam berkat keberadaan Instagram Stories. Konten Instagram marketing pada fitur tersebut akan ditampilkan dalam bentuk vertikal atau memenuhi layar ponsel pintar. Dalam hal ini, para pebisnis dapat menyampaikan pesan yang ingin mereka bagi kepada target pasar secara lebih maksimal. Meski demikian, Anda harus cermat dan cerdas mengolah konten bisnis untuk Instagram Stories. Hal ini disebabkan iklan-iklan yang dipasang di sana otomatis menghilang dalam kurun waktu 24 jam (kecuali kalau Anda menyimpannya di Highlights).

  1. Shopping tab, fitur praktis klik blacklink

Sebagian pengguna Instagram mungkin belum familier dengan fitur satu ini. Padahal, shopping tab akan sangat membantu konsumen yang ingin membeli produk. Semacam call to action mengingat Anda tidak bisa menyimpan tautan di caption foto. Salah satu fitur terbaru Instagram tersebut dirancang membentuk keranjang dan saat diklik akan muncul informasi berupa nama produk beserta harga. Konsumen hanya perlu mengekliknya sekali lagi apabila ingin memulai transaksi. Lebih cepat dibandingkan diarahkan ke tautan di bio profil, bukan?

  1. Fitur-fitur engagement di Instagram Stories

Kembali membahas strategi marketing di Instagram melalui Stories. Jika diperhatikan, fitur ini mengalami banyak peningkatan sejak awal kemunculannya. Dari stiker-stiker sederhana, jenis huruf, hingga polling dan kolom Q&A. Para pebisnis digital yang cukup jeli membaca peluang berbisnis sudah memanfaatkan kumpulan fitur Instagram Stories sebagai bagian dari pemasaran. Nah, Anda jangan sampai ketinggalan. Gunakan segera stiker, emoji slider, dan lain sebagainya untuk berinteraksi dengan konsumen sekaligus menggali jenis produk yang mereka butuhkan.

Bagaimana? Anda sudah kenal beberapa atau baru tahu keberadaan fitur-fitur yang disebutkan di atas? Mudah-mudahan informasi ini semakin memudahkan Anda mempraktikan strategi Instagram marketing di platform yang bersangkutan dan memenuhi target yang dirancang.

Yuk share tulisan ini agar bermanfaat bagi banyak orang.