Ingin Berbisnis Online di Media Sosial? Jangan Gunakan 6 Teknik Pemasaran Ini!

Posted on

Media sosial adalah wadah favorit sejumlah pegiat bisnis online. Akses menjangkau konsumen yang begitu mudah hingga minimnya modal yang dikeluarkan adalah segelintir alasan yang menarik mereka menggunakan jejaring sosial. Di sisi lain, Anda juga harus lihai merancang dan menetapkan strategi pemasaran yang sesuai.

Tren bisnis digital yang berganti cepat membuat teknik-teknik marketing di media sosial turut cepat naik dan surut. Jika Anda sedang mempersiapkan strategi pemasaran, pastikan metode-metode berikut tidak dipakai lagi, ya.

  1. Hanya mengandalkan tautan (link)

Taktik menggiring calon konsumen ke website atau platform utama lewat tautan adalah salah satu strategi promosi di media sosial yang masih sering dilakukan. Sayangnya, metode ini dianggap out of date, apalagi kalau diterapkan berulang kali. Kalaupun Anda perlu menyelipkan tautan, sisipi konten yang bersangkutan dengan jenis lain seperti foto atau video. Pastikan juga Anda memperhitungkan algoritma sebelum mengunggah konten promosi di Facebook agar sampai ke audiensi.

  1. Masih sering ‘pitching’ ke followers baru

Pernahkah Anda mendapatkan pesan baru di direct message atau private message setelah follow/like akun bisnis? Metode pitching acap kali diterapkan pebisnis untuk mengenalkan bisnis mereka kepada para followers. Meski terkesan aman, kenyataannya sebagian besar calon pelanggan kurang menyukai pesan tak diundang tersebut karena merasa ‘diprospek’. Membangun engagement dengan konsumen di dunia maya kini lebih berkiblat pada cara personal maupun emosional.

  1. Follow sebanyak mungkin demi followback

Praktik ini paling sering dijumpai di Instagram dan Twitter. Beberapa pebisnis rupanya masih mengira follow akun harus mendapatkan ‘bayaran’ setimpal lewat followback. Alih-alih mengundang minat calon pelanggan, strategi tersebut justru akan semakin mengganggu mereka. Sekali lagi, tren bisnis online sekarang lebih mengedepankan komunikasi dibandingkan kuantitas. Selain itu, taktik follow banyak akun dalam waktu bersamaan akan membuat akun Anda ditandai sebagai spam.

  1. Mengandalkan bot auto-engagement

Bot auto-engagement merupakan fasilitas yang menawarkan automasi pada tindakan-tindakan seperti like/love maupun reshare konten dari akun-akun yang Anda ikuti. Teknik ini serupa dengan metode yang disebutkan sebelumnya, sehingga tak kalah mengganggu. Apalagi sekarang calon pelanggan sudah bisa membedakan mana akun asli dan mana akun yang dijadikan bot auto-engagement. Keberadaan mereka di feed pun hanya akan membuat konten yang ingin Anda simak tersingkir cepat.

  1. Masih mengunggah konten pada prime time

Beberapa studi menyebutkan konten di media sosial akan mendapatkan exposure tinggi saat Anda unggah di waktu-waktu tertenu, khususnya saat prime time. Ternyata, hasil penelitian tersebut tidak sepenuhnya tepat, terutama setelah jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram mengubah algoritma mereka. Ubah sedikit strategi promosi di media sosial Anda dengan menguji terlebih dahulu di jam-jam berapa saja konten ramai, lalu terapkan secara berkala.

  1. Tidak merancang konten untuk sharing

Anda mungkin saja lihai menerapkan SEO untuk konten, terapi apakah konten tersebut sudah dirancang untuk sharing? Berdasarkan data, jumlah konten yang kian meningkat rupanya tidak diimbangi social sharing di antara pemakai jejaring sosial. Supaya media sosial untuk bisnis yang Anda kelola semakin mudah dibagikan, pastikan jaringan mana saja yang paling sering digunakan penggunanya. Jangan ragu untuk menunjukkan tombol share supaya mereka tidak kesulitan mencarinya.

Demikian 6 metode promosi bisnis online yang sudah ketinggalan zaman. Semoga membantu bisa Anda menemukan strategi baru!